20 Parpol Peserta Pemilu 2019

Pemilu 2019

Partai Politik peserta Pemilu tahun 2019 kini kembali bertambah. Setelah gugatan Partai Bulan Bintang (PBB) dikabulkan Bawaslu, kini giliran PTUN memenangkan gugatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Pada sidang ajudikasi, 4 Maret 2018, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mengabulkan gugatan Partai Bulan Bintang (PBB). Setelah putsan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan rapat pleno, Selasa (6/3/2018) untuk menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019 dan memberikan nomor urut 19 kepada partai tersebut.

Pada tanggal 11 April 2018, Sidang PTUN memenangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dengan demikian PKPI berhak mengikuti Pemilu 2019 mendatang.
Komisi Pemilihan Umum akan melakukan rapat pleno menindak lanjuti keputusan PTUN untuk menetapkan PKPI sebagai peserta Pemilu 2019 sekaligus memberikan nomor urut 20 kepada partai tersebut.

Dengan demikian akan ada 20 partai politik peserta pemilihan umum tahun 2019 mendatang. Ke-20 Parpol sesuai nomor urut parpol tersebut adalah:

1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
4. Partai Golongan Karya (Golkar)
5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
6. Partai Garuda
7. Partai Berkarya
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
10. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
12. Partai Amanat Nasional (PAN)
13. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
14. Partai Demokrat (PD)
15. Partai Aceh
16. Partai Sira (Aceh)
17. Partai Daerah Aceh
18. Partai Nanggroe Aceh
19. Partai Bulan Bintang (PBB)
20. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Iklan

Nomor Urut Partai Politik

 

Parpol-004

Sehari setelah penetapan partai politik peserta Pemilu 2019, Sabtu (17/2/2018), Komisi Pemilihan Umum melaksanakan pengundian nomor urut parpol, Minggu (18/2/2018) malam.

Pengundian nomor urut parpol dlakukan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Minggu malam. Acara terseut dihadiri oleh para ketua umum dan sekretaris jenderal serta pengurus lain dari 14 partai politik yang telah dinyatakan lolos untuk mengikuti pemilu 2019.

Semua partai politik telah mendapatkan nomor urut masing-masing. Berikut adalah nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019.

  1. PKB
  2. Partai Gerindra
  3. PDI Perjuangan
  4. Partai Golkar
  5. Partai Nasdem
  6. Partai Garuda
  7. Partai Berkarya
  8. PKS
  9. Perindo
  10. PPP
  11. PSI
  12. PAN
  13. Partai Hanura
  14. Partai Demokrat

Masing-masing partai politik siap berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan adu konsep, gagasan dan program bagi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Diharapkan semua parpol menghindari cara-cara kompetisi yang kurang sehat seperti kampanye hitam dan politisasi sara.

14 Parpol Lolos Verifikasi Faktual

Hasil Verifikasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14 Partai Politik peserta Pemilihan Umum 2019, Sabtu (17/2/2018).  Dari 16 Parpol yang mendaftar, setelah diverfikasi oleh KPU, 14 parpol dinyatakan memenuhi syarat dan 2 parpol tidak memenuhi syarat.

Aspek yang dinilai dalam administrasi dan verifikasi faktual mencakup tiga aspek, yakni keberadaan pengurus inti parpol di tingkat pusat, keterwakilan perempuan minimal 30 persen, dan domisili kantor tetap di tingkat DPP.

Di tingkat propinsi ada tambaha syarat yaitu memenuhi keanggotaan 75 persen Kabupaten/Kota di 34 propinsi. Syarat berikutnya adalah status sebaran pengurus sekurang-kurangnya 50 persen kecamatan pada 75 persen Kabupaten/Kota di 34 propinsi.

Berikut adlaah 14 partai politik yang dinyatakan lolos oleh KPU untuk mengikuti Pemilu 2019:

  1. Partai Amanat Nasional (PAN)
  2. Partai Berkarya
  3. PDI Perjuangan
  4. Partai Demokrat
  5. Partai Gerindra
  6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)
  7. Partai Golkar
  8. Partai Hanura
  9. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  10. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  11. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
  12. Partai Persatuan Indonesia (Perindo)
  13. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
  14. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Dari 14 parpol tersebut terdiri 10 parpol lama yang pernah mengikuti Pemilu sebelumnya dan 4 parpol baru. Keempat parpol baru yaitu Partai Berkarya, Partai Garuda, Perindo dan PSI.

Sementara 2 parpol yang gagal lolos yakni PBB dan PKPI. PBB dianggap tidak emenuhi syarat karena sebaran aggotanya di Papua Barat kurang dari 75 persen. Sedangkan PKPI dinyatakan tidak memenuhi syarat dalam kepengurusan dan keanggotaan di mana sekurang-kurangnya di 75 persen di Kabupaten/Kota.

PBB dan PKPI diberi waktu lima hari terhitung sejak pengumuman KPU, Sabtu (17/2/2018) untuk mengajukan gugatan ke Bawaslu.

Jadwal Verifikasi Faktual Partai Politik

Demokrat Verifikasi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memulai proses verifikasi factual terhadap 12 partai politk, Minggu, 28 Januari 2018.

Tiga hal yang diverifikasi KPU yaitu kepengurusan parpol tingkat pusat yang meliputi Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara, keterwakilan perempuan di kepengurusan DPP minimal 30% dan domisili kantor.

Dalam melaksanakan verifikasi, komisioner KPU dibagi ke dalam tiga tim yakni tim A, B, dan C. Untuk meminimalisir kemungkinan ketidaketralan komisioner, Ketua KPU  Arief Budiman membagi tugas tim-tim itu dengan cara mengundi di hadapan umum.

Dengan cara mengundi, maka seorang komisioner tidak bisa memilih partai tertentu dalam melakukan proses verifikasi.

Berikut jadwal lengkap verifikasi faktual 12 partai politik:

Hari Minggu (28/1/2018)

Partai Nasdem jam 10.00-11.00 wib, verifikator tim C.

PBB jam 10.00-11.00 wib, verifikator tim B.

PAN jam 12.00-13.00 wib, verifikator tim A.

Partai Hanura jam 14.00-15.00 wib, verifikator tim C

Partai Demokrat jam 14.00-15.00 wib, verifikator tim B.

Hari Senin (29/1/2018)

Partai Golkar jam 12.00-13.00 wib, verifikator tim A.

PKB jam 12.00-13.00 wib, verifikator tim B.

PDIP jam 14.00-15.00 wib, verifikator tim A.

PKS jam 14.00-15.00 wib, verifikator tim C.

Partai Gerindra jam 14.00-15.00 wib, verifikator tim B.

PPP jam 16.00-17.00 wib, verifikator tim A.

PKPI jam 16.00-17.00 wib, verifikator tim C

Sumber Referensi: Kompas.com

Apa itu Coklit?

Coklit

Coklit adalah gerakan pencocokan dan penelitian data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4).  Data DP4 tersebut untuk keperluan Pemilu Serentak baik Pilkada 2018 maupun Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

Gerakan Coklit yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia tersebut dimulai 20 Januari hingga 18 Januari 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerjunkan ratusan ribu petugas yang akan menyasar 1.928.955 rumah calon pemilih. Target setiap 1 orang petugas akan menyasar 5 rumah.

Menurut Ketua KPU, Arief Budiman, ada 381 daerah yang akan menjadi sasaran Coklit termasuk 17 provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur. Menurutnya, gerakan coklit serentak tersebut sebagai upaya KPU dalam menyusun daftar pemilih yang akurat baik pada Pilkada serentak 2018 maupun Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengapresiasi langkah KPU yang menggelar coklit serentak. Namun, Titi Anggraini mengingatkan penyelenggara agar bias membagi konsentrasinya secara proporsional sehingga tidak mengganggu tahapan pemilu lainnya.

No. Petugas Jumlah
1. Komisioner KPU Pusat 7 orang anggota
2. KPU Propinsi 155 orang anggota
3. KPU Kabupaten/ Kota 1.905  orang anggota
4. Petugas PPK 27.820 orang anggota
5. Petugas PPS 193.602 orang anggota
6. PPDP 385.791 orang anggota
Target    : 1 petugas 5 rumah
Sasaran  : 1.928.955 rumah
Waktu    : 20 Januari – 18 Februari 2018

Sumber: Koran Sindo, 15 Januari 2018

Survei LSI: PDIP dan Golkar Bersaing Jelang Pemilu 2019

Parpol 2019

Lingkaran Survey Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbarunya. Hasil survei tersebut menempatkan PDIP dan Golkar sebagai dua partai politik dengan elektailtas tertinggi. PDIP memperoleh 22,2% disusul Partai Golkar dengan 15,5%.

Kedua parpol tersebut juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan perolehan suara pada pemilu 2014 lalu. Pada pemilu 2014 PDIP hanya memperoleh 18,95% dan Partai Golkar memperoleh 14,75%.

Partai Gerindra yang pada pemilu 2014 lalu memperoleh 11,81% turun menjadi 11,4% menurut hasil survey LSI. Disusul kemudian oleh Partai Demokrat dengan 6,2% dan PKB 6,0%.

Berdasarkan hasil survei LSI terbaru, ada lima partai yang terancam tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4%. Kelima partai tersebut adalah Nasdem 4,2%, PKS 3,8%, PPP 3,5%, PAN 2,0% dan Hanura 0,7%.

Meski Nasdem meraih 4,2% namun mengingat margin of error survei tersebut 2,9% partai  tersebut tetap belum aman. PKPI dan PBB nasibnya lebih memprihatinkan. PBB meraih 0,3% dan PKPI 0,2%. Sementara pendatang baru Perindo meraih 3,0%, PSI 0,3%.

Survei LSI dilakukan pada 7 – 14 Januari 2018 dengan responden 1.200 orang yang dipilih berdasarkan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dengan responden yang dilakukan serentak di 34 propinsi.

Berikut adalah data hasil survey LSI dan perbandingan dengan perolehan suara pada pemilu 2014.

 No. Urut Partai Politik Hasil Surve LSI

Per Januari 2018

Perolehan Suara

Pemilu 2014

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 22,2 % 18,95 %
2. Partai Golongan Karya (Golkar) 15,5 % 14,75 %
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 11,4 % 11,81 %
4. Partai Demokrat 6,2 % 10,19 %
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 6,0 % 9,04 %
6. Partai Nasional Demokrat (NasDem) 4,2 % 6,72 %
7. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,8 % 6,79 %
8. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,5 % 6,53 %
9. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 3,0 %
10. Partai Amanat Nasional (PAN) 2,0 % 7,59 %
11. Partai Hati urani Rakyat (Hanura) 0,7 % 5,26 %
12. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,3 %
13. Partai Bulan Bintang (PBB) 0,3 % 1,46 %
14. Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,2 % 0,91 %

Referensi:

  • Koran Republika
  • Kompas.com
  • detik.com
  • Koran Sindo

Perjalanan Parpol Peserta Pemilu 2019

Parpol Pemilu 2019.jpg

  • KPU membuka proses pendaftaran partai politik 3 – 16 Oktober 2017.
  • Pada prosesnya ada 27 partai politik yang mendaftar.14 parpol dinyatakan lengkap berkas sementara 13 parpol lainnya dinyatakan tidak lengkap berkas.
  • 14 parpol yang dinyatakan lengkap berkas adalah: Perindo, PSI, PAN, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKS, PKB, Nasdem dan PPP.
  • 13 parpol yang dinyatakan tidak lengkap berkas adalah Partai Indonesia Kerja (PIKA), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bhinneka Indonesia, Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Republik, Partai Rakat, Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Reformasi dan Partai Republikan.
  • 9 dari 13 parpol di luar PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Reformasi dan Partai Republikan, kemudian mengajukan gugatan pendaftaran ke Bawaslu dan mulai disidangkan 1 November 2017.
  • Pada 16 November 2017, Bawaslu memutuskan 9 partai yang dinyatakan tidak lengkap berkas, berhak mengikuti proses penelitian administrasi dan memerintahkan KPU untuk memperbaiki proses pendaftaran partai serta tidak lagi mewajibkan system informasi partai politik (Sipol) sebagai instrument pendaftaran
  • Pada 20 November 2017, KPU kembali membuka proses pendaftaran bagi 9 partai politik. Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB
  • Setelah melalui proses penelitian administrasi dan perbaikan, pada 24 Desember 2017, KPU mengumumkan partai yang lolos ke tahap verifikasi factual. Dari 9 partai politik yang diperiksa, hanya dua parpol yang dinyatakan lolos yaitu PBB dan PKPI.
  • Tujuh parpol yang dinyatakan tidak berhak ikut verifikasi factual kemudian mengajukan gugatan ke Bawaslu. Sidang ajudikasi sengketa permohonan pendaftaran tahapan Pemilu kemudian digelar pada 6 Januari 2018.
  • Pada tanggal 15 Januari 2018, Bawaslu memutusan menolak gugatan ketujuh parpol itu dengan alasan ketujuh parpol tidak mampu mebuktikan dalil kelengkapan persyaratan sebagaimana yang ditentukan Undang-Undang (UU).
  • Dengan demikian maka ada 14 Parpol yang akan mengikuti Pemilu 2019 yaitu: Perindo, PSI, PAN, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKS, PKB, Nasdem, PPP, PKPI dan PBB.

Sumber Referensi: Koran Sindo, 16 Januari 2018